Mencari Hikmah Perjalanan

Merasakan Pahitnya Hidup dengan Manis ( Bagian I)

Perkenalkan nama saya Tegar, lengkapnya Tegar Suryo Wibowo. Aku dilahirkan di Padangan, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, pas di tepi Bengawa...

Sabtu, 25 Februari 2017

Merasakan Pahitnya Hidup dengan Manis ( Bagian I)

Perkenalkan nama saya Tegar, lengkapnya Tegar Suryo Wibowo. Aku dilahirkan di Padangan, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, pas di tepi Bengawan Solo. Aku lahir di rumah Kakek dari pihak ibu, yang pekerjaan sehari harinya membuat Batu Merah, sedangkan Nenekku bertanam buah di ladang di belakang rumah. Dari cerita kakek dan nenekku, serta ibuku, waktu lahir aku mirip" Bayi Cino", mata sipit,kulit putih bersih, sehingga banyak tetangga kakekku bahwa aku bapaknya Cino. Sempat bangga juga saat itu keluarga dari pihak ibu, padahal bapakku asli Wong Jowo yang bersebelahan Kecamatan dengan tempat tinggal ibuku.
Aku terlahir sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, dari keturunan Bapak yang bernama Suryono dan ibukku bernama Kasiyati. Mungkin karena sudah takdir, bahwa tidak ada yang instan dan mudah untuk Hidup Mulia, sehingga manusia harus berusaha untuk mendapatkan itu semua, dengan berbagai cara dan jalannya.

I. MASA KECIL PENUH HARAPAN
Setelah lahir aku diasuh oleh Kakek dan Nenekku yang tinggal di Tepi Bengawan Solo, karena ibuku harus kembali mengikuti Bapak yang saat itu bekerja sebagai Pegawai PLN Rendahan di Malang.
Karena terlahir sebagai cucu pertama, saat itu semua keluarga terutama keluarga ibuku sangat memanjakanku. Saat itu aku sering diajak adik adik ibuku bermain di tepi bengawan sambil membuat batu merah. memang saat itu adik ibuku sangat rajin dan bekerja keras untuk membantu kakekku untuk membuat batu merah (batu bata). Ini karena memang ekonomi keluarga kakek yang pas pasan. Adik ibuku dua dua laki laki, yaitu Sutisno,  kupanggil Lek Tis (panggilan kebiasaan orang jawa) dan Suseno, yang biasa kupanggil Lek Sen.
Lek Tes dan Lek Sen ini, saat itu masih Sekolah, Lek Tes di STM dan Lek Sen di SMP. Setiap pilang sekolah mereka selalu ke Tepi Bengawan untuk membantu membuat batu bata. Kadang belum ganti baju seragam sekolah, mereka sudah langsung mengangkat batu merah yang masih mentah (belum dibakar) untuk dibawa ke tempat pembakaran. Hal ini sebetulnya tidak mudah, tetpai karena keadaan yang menuntut mereka untuk selalu bersemangat supaya terus lanjut sekolah.
Semangat berjuang dan selalu bersungguh sungguh, akhirnya kelak membawa mereka pada kehidupan yang mulia. Suatu sikap hidup yang tidak pernah mengeluh, optimis dan selalu bersungguh sungguh menjadikan mereka menjadi anak kebanggan di desa mereka di kemudian hari (bersambung)

Blogspot Blog Search : Blog

Blogspot Blog Search : Blog: All your answers about our blogspot search engine will be answered here so feel free to ask your questions in the contact us section of th...

Selasa, 21 Februari 2017

 Sudah mulai dewasa,,,harus lebih optimis menjalani hidup dan harus lebih pandai menjaga diri!!!

Mencoba belajar entry foto di Blog


KEKUATAN KEMAUAN

Saat itu saya tersentak. Di Hari Sabtu tanggal 18 Februari 2017 saya bertemu dengan orang orang hebat yang menjadi motor Komunitas Guru TIK di Indonesia dalam kegiatan Workshop E-Learning di Universitas Panca Budi Medan. Salah satunya adalah Bapak Wijaya Kusumah seorang guru SMP Lab School Jakarta yang juga seorang penulis dan seorang penggiat GURU Nge Blogg. Dari pertemuan itu saya tersadar, bahwa aktivitas menulis dan berdakwah sangat mudah dengan kita mempunyai Blogg ....dan malam ini tanggal 21 Februari 2017 kuluangkan waktu dan kupaksa diri ini untuk membuat BLOG 'PEMBELAJAR KEHIDUPAN'...mdh2an ini menjadi langkah awal untuk menuliskan dan berbagi keping keping hikmah. Terimakasih Ya Allah, Terimakasih Om Jay dan Terimakasih untuk Alam Semesta Raya....